Gejala Flu Burung pada Unggas (Avian Influenza)

Mariternak.com | Gejala Flu Burung pada Unggas – Halo, genks! Pasti udah denger dong soal flu burung yang lagi rame jadi bahan obrolan? Flu burung bukan sekedar flu biasa yang bisa disepelekan. Ini serius, genks! Tapi, jangan panik dulu. Biar kita bisa lebih waspada dan nggak salah langkah, yuk kenalan dulu sama gejala flu burung dan cara ngatasinnya. Kuy!

Pengertian

Nah, apa sih sebenarnya flu burung itu? Flu burung atau yang sering dikenal dengan nama lain “avian influenza” adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza tipe A yang biasanya menginfeksi unggas. Walaupun namanya ‘flu burung’, bukan berarti cuma burung aja yang bisa kena. Manusia juga bisa terinfeksi virus ini, lho, genks! Jadi, mesti ekstra hati-hati.

Cara Penularan Flu Burung

Penyakit AI (Avian influenza) atau yang lebih populer dengan sebutan flu burung, genks, termasuk dalam kategori penyakit unggas menular strategis yang patut diwaspadai. Kenapa? Soalnya, ini bersifat zoonosis yang berbahaya banget. Artinya, nggak cuma unggas doang yang bisa kena, tapi kita, manusia, juga berpotensi buat terjangkit penyakit flu burung.

Nah, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui nih soal penularan flu burung. Pertama, unggas air seperti itik atau angsa ini merupakan ‘rumah’ asli buat virus flu burung. Mereka bisa terinfeksi oleh virus Avian influenza strain avirulen atau yang patogen rendahnya. Kadang-kadang, unggas air yang terinfeksi ini nggak menunjukkan gejala yang berarti atau bahkan sama sekali nggak ada tanda-tandanya.

Feses (atau lebih santainya, kotoran) dari unggas yang udah terinfeksi ini bisa jadi ‘agen perantara’ penularannya. Virus influenza bisa keluar lewat feses mereka dan nularin ke unggas yang masih sehat.

Ada dua cara penularannya, genks:

  1. Penularan langsung: Ini terjadi, misalnya, pas anak ayam yang baru menetas dapet ‘warisan’ virus dari induknya yang terinfeksi flu burung.
  2. Penularan tidak langsung: Bisa lewat banyak cara, nih! Kayak dari air minum, pakan, alat-alat kandang, atau bahkan orang yang ngurusin kandang yang udah ‘kena’ virus flu burung. Biasanya, sumber infeksinya itu bisa dari cairan saluran pernapasan (semacam droplet) atau feses dari unggas yang udah kena virus.

Tapi, jangan kira cuma unggas doang yang kena dampaknya. Di Indonesia, genks, pertama kali ditemukan kasus flu burung yang menyerang manusia itu di tahun 2005, tepatnya di Tangerang, Banten. Virus flu burung ini bisa jadi sangat mematikan buat manusia, sehingga tingkat kematiannya bisa meningkat cepet dan bisa jadi potensi epidemi.

Jadi, gimana sih kita bisa kena? Banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko kita terkena virus flu burung:

  • Kontak langsung sama unggas yang udah terinfeksi, entah yang masih hidup atau udah mati.
  • Menghirup droplet yang mengandung virus.
  • Kontak sama kotoran, air liur, atau lendir dari unggas yang terinfeksi.
  • Konsumsi daging atau telur unggas yang masih mentah dan nggak matang.

Nah, itu dia genks, pemaparan soal cara penularan flu burung. Mesti ekstra waspada ya!

Gejala Flu Burung

Gejala Flu Burung Ayam Broiler
Gejala Flu Burung Ayam Broiler

Waspada, genks! Ada beberapa gejala khusus yang bisa dilihat jika ayam terinfeksi flu burung. Buat kamu yang punya ayam peliharaan atau sering berinteraksi dengan unggas, ini penting banget buat diketahui. Jadi, yuk kita ulik lebih lanjut.

Pertama-tama, ayam yang kena flu burung biasanya mengalami demam dan disertai dengan depresi yang heboh banget. Jangan salah, depresi di sini bukan mood ayam yang sedih-sedihan kayak manusia, tapi lebih ke keadaan ayam yang lesu dan nggak bersemangat.

Satu gejala lain yang gampang banget dilihat adalah bulu-bulu mereka, terutama di area leher belakang dan punggung, berdiri kaya rambut si Udin yang habis bangun tidur! Selain itu, kalo kita amati muka mereka, warnanya bakal lebih pucat dari biasanya.

Jengger dan pial ayam juga menunjukkan gejala yang kentara. Ada pendarahan subcutaneous (di bawah kulit) yang cukup parah. Jadi, jangan heran kalo jengger mereka kelihatan kaya udah kenapa-napa.

Nah, pernafasan mereka juga nggak kalah penting buat diperhatikan. Mereka sering bersin, batuk, dan terlihat adanya peradangan di rongga hidung (sinusitis) yang parah. Mata mereka juga tampak berair dan kayaknya sedih banget.

Belum berhenti di situ, genks. Ayam-ayam ini juga sering keluarin lendir berlebihan dari hidung dan mulut. Keadaan badan mereka pun lemah banget, dan efek lainnya, produksi telur dan kualitas dagingnya turun drastis, lho.

Tapi, perhatikan juga beberapa kasus di mana ayam ini alami diare, ada pembengkakan (edema) di area kepala dan muka, dan kelihatannya mereka jadi gelisah banget. Mungkin mereka nervous karena tahu mereka lagi nggak sehat, sih.

Jadi, genks, kalau kamu lihat gejala-gejala di atas pada ayam di sekitarmu, better safe than sorry, ya. Jaga jarak dulu dan konsultasi sama ahli.

Baca juga : Penyakit Gumboro pada Ayam

Resiko

Bicara soal resiko flu burung, bukan cuma soal kesehatan aja, tapi juga tentang dampak ke bisnis, khususnya bisnis peternakan. Bayangin deh, kalo ada satu ternak ayam yang terinfeksi flu burung, bukan cuma satu ekor yang jadi korban. Dampaknya bisa sejauh menyebabkan satu kandang terinfeksi menyeluruh. Gak kebayang kan, gimana jadinya?

Nah, kalo udah begini, bisnis peternakan bisa ambyar, genks. Kualitas dan jumlah ternak bakal menurun secara drastis. Kenapa? Soalnya ayam-ayam yang udah kena flu burung harus langsung dimusnahkan. Ini dilakukan buat ngurangin resiko penularan ke ayam lain. Sayang banget kan, kalo udah invest banyak, tapi ternyata ternaknya harus dimusnahkan gara-gara flu burung.

Tapi, itu baru resiko buat ternaknya. Kita, sebagai manusia, juga punya resiko tersendiri. Penyakit Avian influenza atau flu burung ini gak main-main, genks. Resikonya tinggi banget buat menular ke manusia. Jadi, bukan cuma peternak yang harus waspada, tapi kita semua harus selalu siaga.

Cara Mengobati Avian Influenza

Cara Mengobati Avian Influenza
Cara Mengobati Avian Influenza

Bro, soal obat khusus buat flu burung di unggas, nih, kabar buruknya, masih belum ditemukan obat yang efektif. Ya, kalian nggak salah baca. Belum ada obat khusus yang benar-benar mampu ngatasin penyakit flu burung ini.

Tapi, hold on dulu, genks. Ada langkah-langkah yang bisa kita ambil buat minimalisir dampak dan penyebaran virus ini. Salah satu caranya, kalo ternyata ada ayam yang udah kena virus flu burung, solusinya: peternakan harus diisolasi. Kemudian, memusnahkan semua ayam yang udah kena terinfeksi. Gak cuma itu, perlu juga melarang keluar masuk peralatan, orang, maupun kendaraan ke daerah yang udah kena serangan virus flu burung.

Buat mengurangi penyebaran virus lebih luas lagi, penting banget buat melakukan program penyemprotan insektisida berspektrum luas. Jangan lupa juga dengan program pemusnahan tikus yang bisa jadi salah satu sumber penyebarannya.

Setelah tahu ternak kita ada yang terinfeksi, jangan sampai lengah. Pastikan pembersihan kandang dan peralatan kandang dilakukan dengan maksimal. Cara terbaiknya dengan mencuci kandang pake larutan deterjen. Trus, penting juga buat melakukan desinfeksi secara rutin dan berkala setelah pemusnahan ternak yang kena flu burung.

Dan nih, buat kalian yang jadi petugas pemusnahan, harus ekstra hati-hati ya. Pastikan menghindari kontak fisik langsung dan juga waspada banget dengan cipratan cairan dari ayam yang sakit. Jaga diri, genks!

Pencegahan Flu Burung

Flu burung emang bikin resah, terutama buat yang punya ternak ayam. Tapi jangan khawatir genks, meskipun belum ada obat yang ampuh, kita bisa lakukan beberapa tindakan pencegahan. Apa aja sih? Simak yuk!

1. Peningkatan Biosekuriti di Peternakan

Ini adalah langkah awal yang super penting. Biosekuriti adalah sebuah program yang ngejaga agar virus-virus jahat nggak masuk ke peternakan kita. Ada beberapa tindakan yang bisa dilakuin:

  • Mengawasi keluar masuknya hewan. Pastikan hewan yang masuk ke peternakan kita sehat-sehat ya.
  • Mencegah kontak dengan hewan lain atau hewan liar. Mereka bisa jadi pembawa virus tanpa kita sadari, lho!
  • Membersihkan dan mendesinfeksi sepatu, pakaian, dan alat-alat yang kita pake pas handle hewan. Rutinitas ini harus sering-sering dilakuin.
  • Mencatat pengunjung, hewan, dan alat yang masuk dan keluar. Biar kita tahu siapa aja yang udah kontak dengan hewan kita.

2. Vaksinasi Ternak

Kita bisa beri vaksinasi ke ayam kita saat mereka berumur 35-40 minggu. Biasanya, vaksinasi diberikan sekitar 2-4 kali. Dengan vaksin, ayam kita bakal punya pertahanan lebih kuat lawan virus flu burung.

3. Depopulasi

Kalau udah ada area yang terkena, kita harus segera lakukan depopulasi. Ini artinya, kita musnahkan ternak yang terinfeksi secara selektif. Selain itu, kita juga perlu ngontrol keluar masuk unggas, lakukan pengamatan terus-menerus, dan penelusuran.

4. Pengisian Kandang Kembali (Restocking)

Setelah depopulasi, kita bisa isi kandang kembali dengan ternak baru. Tapi ingat, kondisi kandang harus bersih dan steril.

5. Peningkatan Kesadaran Masyarakat

Bukan cuma peternak aja yang harus tahu soal flu burung. Masyarakat juga harus diajarin supaya bisa deteksi dini kala ternak mereka menunjukkan gejala kena flu burung.

6. Monitoring dan Evaluasi Ternak

Ini juga penting banget! Kita harus sering-sering monitoring dan evaluasi ternak kita, khususnya setelah ada pemusnahan di daerah tertular. Dengan begini, kita bisa cepat tanggap jika hal serupa terjadi lagi di kemudian hari.

Jadi, itu tadi langkah-langkah pencegahan yang bisa kita lakukan. Meski ga ada obatnya, setidaknya kita bisa minimalisir risiko, kan? Tetap semangat dan jaga ternak kita dengan baik, genks!

So, genks, itu dia ulasan kita tentang gejala flu burung. Semoga informasi ini bermanfaat dan bikin kita semua makin aware dan waspada. Stay safe dan jaga kesehatan terus, ya! โœŒ๏ธ๐Ÿ”

Share your love
M ilham Mubarok
M ilham Mubarok

Seorang pemuda yang suka dengan dunia perternakan dan dunia digital. Selalu berusaha untuk membuat sesuatu yang berguna untuk banyak orang.

Articles: 46

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *